Sifat Kimia Mineral
Berdasarkan senyawa kimiawinya, mineral dapat dikelompokkan
menjadi mineral Silikat dan mineral Non-silikat. Terdapat 8 (delapan) kelompok
mineral Non-silikat, yaitu kelompok Oksida, Sulfida, Sulfat, Native elemen,
Halid, Karbonat, Hidroksida, dan Phospat. Adapun mineral silikat (mengandung
unsur SiO2) yang umum dijumpai dalam batuan, Seperti yang kita
ketahui bahwa tidak kurang dari 2.000 jenis mineral yang dikenal hingga
sekarang. Namun ternyata hanya beberapa jenis saja yang terlibat dalam
pembentukan batuan. Mineral-mineral tersebut dinamakan Mineral pembentuk
batuan, atau Rock-forming minerals, yang merupakan penyusun utama batuan dari
kerak dan mantel Bumi. Mineral pembentuk batuan dikelompokan menjadi
empat: Silikat, Oksida, Sulfida , Karbonat dan Sulfat.
a.
Mineral Silikat
Mineral
silikat adalah mineral yang memiliki unsur pembentuknya yaitu silica (SiO2), yang merupakan
hasil pembekuan magma. Silicat merupakan 25% dari mineral yang
dikenal dan 40% dari mineral yang dikenali. Hampir 90 % mineral pembentuk
batuan adalah dari kelompok ini, yang merupakan persenyawaan antara silikon dan
oksigen dengan beberapa unsur metal. Karena jumlahnya yang besar, maka hampir
90 % dari berat kerak-Bumi terdiri dari mineral silikat, dan hampir 100 % dari
mantel Bumi (sampai kedalaman 2900 Km dari kerak Bumi). Silikat merupakan
bagian utama yang membentuk batuan baik itu sedimen, batuan beku maupun batuan
malihan (metamorf). Silikat pembentuk batuan yang umum adalah dibagi menjadi
dua kelompok, yaitu kelompok ferromagnesium dan non-ferromagnesium.
Tabel 2.3 Kelompok Mineral Silikat
MINERAL
|
RUMUS KIMIA
|
|
Olivine
|
(Mg,Fe)2SiO4
|
|
Pyroxene
|
(Mg,Fe)SiO3
|
|
Amphibole
|
(Ca2Mg5)Si8O22(OH)2
|
|
Mica
|
Muscovite
|
KAl3Si3O10(OH)2
|
Biotite
|
K(Mg,Fe)3Si3O10(OH)2
|
|
Feldspar
|
Orthoclase
|
K Al Si3 O8
|
Plagioclase
|
(Ca,Na)AlSi3O8
|
|
Quartz
|
SiO2
|
|
Sumber :
Anonim, 2012
Mineral silikat ferromagnesium adalah mineral
silikat yang mengandung ion besi dan atau magnesium di dalam struktur
mineralnya. Mineral-mineral silikat feromegnesium dicirikan oleh warnanya yang
gelap dan mempunyai berat jenis antara 3,2 sampai 3,6.
a)
Olivine adalah mineral
silikat feromagnesian yang terbentuk pada temperatur tinggi, berwarna hitam
sampai hijau kehitaman, mempunyai kilat gelas dan pecahan konkoidal. Olivin
disusun oleh tetrahidra tunggal yang diikat bersama oleh campuran ion besi dan
magnesium yang merangkai atom oksigen bersama-sama. Berat jenis berkisar antara
3.27-3.37.
b)
Augitit:
warnanya sangat gelap hijau hingga hitam. BD berkisar antara 3.2 - 3.4 dengan
bidang belah yang berpotongan hampir tegak lurus. Bidang belah ini sangat
penting untuk membedakannya dengan mineral hornblende.
c)
Hornblende:
warnanya hijau hingga hitam; BD. 3.2 dan mempunyai bidang belah yang
berpotongan dengan sudut kira-kira 56° dan 124° yang sangat membantu dalam cara
mengenalnya.
d)
Biotite merupakan anggota
dari mika yang berwarna gelap karena kaya akan besi. Biotit disusun oleh
struktur lebaran yang memberikan belahan satu arah. Biotit mempunyai warna
hitam mengkilap yang membedakan dari mineral ferromagnesian lainnya. Seperti
hornblende, biotit banyak dijumpai pada batuan penyusun kerak benua, termasuk
batuan beku granit. Berat jenis berkisar antara 2.8 - 3.2.
2)
Mineral Non-Ferromagnesium.
Mineral Non-Ferromagnesium
adalah Mineral-mineral silikat yang tidak mengandung ion-ion besi dan
magnesium disebut .mineral silikat non feromagnesium pada umumnya
mempunyai warna terang dan berat jenis rata-rata 2,7.
a)
Muscovite adalah jenis mineral mika yang sangat umum. Berwarna terang
dengan kilap seperti mutiara (pearly)
dan seperti mineral mika lainnya belahannya satu arah. Didalam batuan muskovit
sangat mudah dikenali karena sangat bercahaya. Berat jenis berkisar antara 2.8
- 3.1.
b)
Feldspar merupakan huruf mineral yang sangat umum, dapat terbentuk
pada rentang temperatur dan tekanan yang besar. Mineral ini mempunyai bidang
belahan dua arah dan membentuk sudut hampir 900, relatif keras dan
kilap bervariasi antara kilap kaca sampai mutiara.
c)
Orthoclase merupakan
mineral feldspar dengan ion potasium didalam struktur kristalnya. Plagioklas
feldspar adalah mineral feldspar dengan ion kalsium dan atau sodium didalam
struktur kristalnya. mineral ortoklas berwarna krem terang sampai merah
jambu, sedangkan plagioklas berwarna putih sampai abu-abu terang. Meskipun
keduanya mempunyai warna yang berbeda tetapi warna tidak dapat dijadikan
sebagai dasar untuk membedakannya. Salah satu sifat fisik yang dapat
membedakannya adalah adanya striasi yang sejajar pada mineral plagioklas yang
tidak dijumpai pada mineral orthoklas.
d)
Quartz merupakan mineral
silikat yang hanya disusun oleh silikon dan oksigen. Kuarsa tidak mempunyai
bidang belahan, sangat keras dan resistan terhadap proses pelapukan. Kuarsa
mempunyai belahan konkoidal. Pada bentuknya yang sempurna kuarsa sangat
jernih, membentuk kristal heksagonal dengan bentuknya piramidal. Warna
mineral kuarsa sangat bervariasi tergantung pada proses pengotoran pada waktu
pembentukannya. Variasi warna menyebabkan adanya bermacam mineral kuarsa.
Mineral kuarsa yang umum adalah kuarsa susu (putih), kuarsa asap (abu-abu) kuarsa
rose (ping), ametis (purple) dan kristal batuan (clear).
b.
Mineral Non Silikat
Mineral Non silikat adalah kelompok mineral yang unsur
pembentuknya bukan dari silika. Secara garis besar hampir semua mempunyai komposisi
kimia yang sederhana berupa unsur, sulfida (bila unsur logam bersenyawa dengan
sulfur), atau oksida (bila unsur logam bersenyawa dengan oksigen). Native element seperti
tembaga, perak atau emas agak jarang terdapat. Sulfida kecuali Pirit,
tidak jarang ditemukan, tetapi hanya cukup berarti bila relatif
terkonsentrasi dalam urat (vein)
dengan cukup besar.
Berikut ini adalah
mineral – mineral yang yang non silikat:
Tabel 2.4 Kelompok Mineral Non-Silikat
KELOMPOK
|
ANGGOTA
|
SENYAWA KIMIA
|
Oxides
|
Hematite
Magnetite
Corrundum
Chromite
Ilmenite
|
Fe2O3
Fe3O4
Al2O3
FeCr2O4
FeTiO3
|
Sulfides
|
Galena
Sphalerite
Pyrite
Chalcopyrite
Bornite
Cannabar
|
PbS
ZnS
FeS2
CuFeS2
Cu5FeS4
HgS
|
Sulfates
|
Gypsum
Anhydrite
Barite
|
CaSO4,2H2O
CaSO4
BaSO4
|
Native
Elements
|
Gold
Cooper
Diamond
Sulfur
Graphite
Silver
Platinum
|
Au
Cu
C
S
C
Ag
Pt
|
Halides
|
Halite
Flourite
Sylvite
|
NaCl
CaF2
KCl
|
Carbonates
|
Calcite
Dolomite
Malachite
Azurite
|
CaCO3
CaMg(CO3)2
Cu2(OH)2CO3
Cu3(OH)2(CO3)2
|
Hydroxides
|
Limonite
Bauxite
|
FeO(OH).nH2O
Al(OH)3.nH2O
|
Phosphates
|
Apatite
Turquoise
|
Ca5(F,Cl,OH)PO4
CuAl6(PO4)4(OH)8
|
Sumber : Anonim, 2012
1)
Mineral Oksida
Terbentuk sebagai akibat perseyawaan langsung antara
oksigen dan unsur tertentu. Susunannya lebih sederhana dibanding silikat.
Mineral oksida umumnya lebih keras dibanding mineral lainnya kecuali silikat.
Mereka juga lebih berat kecuali sulfida. Unsur yang paling utama dalam oksida
adalah besi, Chroom, mangan, timah dan aluminium. Beberapa mineral oksida yang
paling umum adalah es (H2O), corondum
(Al2O3), hematite
(Fe2O3) dan casiterite
(SnO2).
2)
Mineral Sulfida
Merupakan mineral hasil persenyawaan langsung antara
unsur tertentu dengan sulfur (belerang), seperti besi, perak, tembaga, timbal,
seng dan merkuri. Beberapa dari mineral sulfida ini terdapat sebagai bahan yang
mempunyai nilai ekonomis, atau bijih, seperti pyrite (FeS3), chalcocite
(Cu2S), galena (PbS), dan sphalerit (ZnS).
3)
Mineral-mineral
Karbonat dan Sulfat.
Merupakan persenyawaan dengan ion (CO3)2−,
dan disebut karbonat, umpamanya persenyawaan dengan Ca dinamakan kalsium
karbonat, CaCO3 dikenal sebagai mineral kalsit. Mineral ini
merupakan susunan utama yang membentuk batuan sedimen.
Anonim, 2012. Sifat Kimiawi Mineral. (http://geografi-geografi.blogspot.com/
2012/02/sifat-kimiawi-mineral.html). Diakses pada tanggal 29 Maret 2014
Pukul 17.00 WITA.
Hidayatullah Nur. 2012. Laporan
Pratikum Kristalografi dan Mineralogi. Fakultas Teknik UNLAM : Banjarbaru.
Belum ada Komentar untuk "Sifat Kimia Mineral"
Posting Komentar