Sifat Fisik Mineral



Semua mineral mempunyai susunan kimiawi tertentu dan  penyusun atom-atom yang beraturan, maka setiap jenis mineral mempunyai sifat-sifat fisik/kimia tersendiri. Dengan mengenal sifat-sifat tersebut maka setiap jenis mineral dapat dikenal, sekaligus kita mengetahui susunan kimiawinya dalam batas-batas tertentu. Sifat-sifat fisik yang dimaksudkan adalah:
a.          Kilap
Merupakan kenampakan atau cahaya yang dipantulkan oleh permukaan mineral saat terkena cahaya. Kilap ini secara garis besar dapat dibedakan menjadi  jenis:
1)      Kilap Logam (Metallic Luster)
Bila mineral tersebut mempunyai kilap atau kilapan seperti logam. Contoh mineral yang mempunyai kilap logam: Gelena, Pirit, Magnetit, Kalkopirit, Grafit dan Hematit.
2)   Kilap Bukan Logam (Non Metallic Luster), terbagi atas:
a)      Kilap Kaca (Vitreous Luster)
Bila terkena cahaya, mineral memberikan kesan seperti kaca. Contoh : Kuarsa dan Kalsit.
b)      Kilap Intan (Diamond Luster)
Bila terkena cahaya, mineral memberikan kesan cemerlang seperti intan. Contoh : Intan.
c)      Kilap Sutera (Silky Luster)
Bila terkena cahaya, mineral memberikan kesan sutera dan umumnya terdepat pada mineral yang berserat. Contoh : Asbes dan Gipsum.
d)     Kilap Damar (Resinous Luster)
Bila terkena cahaya, mineral memberikan kesan seperti getah damar atau kekuning–kuningan. Contoh: Spalerit dan Sulfonit
e)      Kilap Mutiara (Pearly Luster)
Bila terkena cahaya, mineral memberikan kesan seperti mutiara atau bagian dalam dari kulit kerang. Contoh: Muskovit dan Talk.
f)          Kilap Lemak (Greasy Luster)
Bila terkena cahaya, mineral memberikan kesan seperti sabun. Contoh : Serpentinit
g)      Kilap Tanah (Earthy Luster)
Bila terkena cahaya, mineral memberikan kesan seperti lempung. Contoh : Kaolindan Limonit.
Kilap mineral sangat penting untuk diketahui, karena sifat fisiknya ini dapat dipakai dalam menentukan mineral secara megaskopis. Untuk itu perlu dibiasakan membedakan kilap mineral satu dengan yang lainnya, walaupun kadang-kadang akan dijumpai kesulitan karena batas kilap yang satu dengan yang lainnya tidak begitu tegas.
b.      Warna
Warna adalah suatu yang kita tangkap dengan mata apabila mineral terkena oleh cahaya atau spektrum cahaya yang dipantulkan oleh mineral itu sendiri. Warna mineral dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
1)      Warna Isiokhromatik
Apabila mineral mempunyai warna yang selalu tetap, pada umumnya dijumpai pada mineral-mineral, yang tidak tembus cahaya (opaque) atau berkilap logam. Contoh: Magnetit, Galena, Pirit, Pirolusit, dll.
2)      Warna Allokhromatik
Apabila mineral warnanya tidak tetap tergantung terhadap mineral pengotornya, pada umumnya yang dijumpai pada mineral yang tembus cahaya (translucent) atau berkilap non logam. Contoh : Kuarsa, Gipsum, Kalsit.
c.       Kekerasan
Kekerasan adalah ketahanan mineral terhadap suatu goresan. Mineral yang mempunyai kekerasan yang lebih kecil akan mempunyai bekas dan badan mineral tersebut. Standar kekerasan yang biasa dipakai adalah skala kekerasan yang dibuat oleh Friedrich Mohs dari Jeman dan dikenal sebagai skala Mohs. Skala Mohs mempunyai 10 skala, dimulai dari skala 1 untuk mineral terlunak sampai skala 10 untuk mineral terkeras .
Tabel 2.1. Skala Kekerasan Mohs
Skala Kekerasan
Mineral
Rumus Kimia
1
Talc
H2Mg3 (SiO3)4
2
Gypsum
CaSO4. 2H2O
3
Calcite
CaCO3
4
Fluorite
CaF2
5
Apatite
CaF2Ca3 (PO4)2
6
Orthoklase
K Al Si3 O8
7
Quartz
SiO2
8
Topaz
Al2SiO3O8
9
Corundum
Al2O3
10
Diamond
C
Sumber : Anonim, 2012
Tabel 2.2.  Kekerasan dari Alat Penguji Standar
Alat Penguji
Derajat Kekerasan Mohs
Kuku manusia
2,5
Kawat Tembaga
3
Paku
5,5
Pecahan Kaca
5,5 – 6
Pisau Baja
5,5 – 6
Kikir Baja
6,5 – 7
Kuarsa
7
            Sumber : Anonim, 2012
d.      Cerat
Cerat adalah warna mineral dalam bentuk hancuran (serbuk). Hal ini dapat dapat diperoleh apabila mineral digoreskan pada bagian kasar suatu keping porselin atau membubuk suatu mineral kemudian dilihat warna dari bubukan tersebut. Cerat dapat sama dengan warna asli mineral, dapat pula berbeda. Warna cerat untuk mineral tertentu umumnya tetap walaupun warna mineralnya berubah-ubah. Contohnya :
1)      Pirit: Berwarna keemasan namun jika digoreskan pada plat porselin akan meninggalkan jejak berwarna hitam.
2)      Hematit: Berwarna merah namun bila digoreskan pada plat porselin akan meninggalkan jejak berwarna merah kecoklatan.
3)      Augit: Ceratnya abu-abu kehijauan
4)      Biotit: Ceratnya tidak berwarna
5)      Orthoklas : Ceratnya berwarna putih
e.          Belahan
Belahan merupakan kecenderungan mineral untuk membelah diri pada satu atau lebih arah tertentu. Belahan merupakan salah satu sifat fisik mineral yang mampu membelah yang oleh sini adalah bila mineral kita pukul dan tidak hancur, tetapi terbelah-belah menjadi bidang belahan yang licin. Tidak semua mineral mempunyai sifat ini, sehingga dapat dipakai istilah seperti mudah terbakar dan sukar dibelah atau tidak dapat dibelah. Tenaga pengikat atom di dalam di dalam sruktur kritsal tidak seragam ke segala arah, oleh sebab itu bila terdapat ikatan yang lemah melalui suatu bidang, maka mineral akan cenderung membelah melalui suatu bidang, maka mineral akan cenderung membelah melalui bidang-bidang tersebut. Karena keteraturan sifat dalam mineral, maka belahan akan nampak berjajar dan teratur .
Contoh mineral yang mudah membelah adalah kalsit yang mempunyai tiga arah belahan sedang kuarsa tidak mempunyai belahan.  Berikut contoh mineralnya:
1)      Belahan satu arah, contoh : Muscovite.
                                                                          Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.1. Belahan Satu Arah
2)      Belahan dua arah, contoh : Feldspar.
                                                                          Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.2. Belahan Dua Arah


3)      Belahan tiga arah, contoh: Halite dan calcite.
http://www4.uwm.edu/course/geosci-100/Mineral_Rocks/halite3.jpg
                                                                          Sumber : Anonim 2013
Gambar 2.3. Belahan Tiga Arah
f.          Pecahan
Pecahan adalah kecenderungan mineral untuk terpisah-pisah dalam arah yang tidak teratur apabila mineral dikenai gaya. Perbedaan pecahan dengan belahan dapat dilihat dari sifat permukaan mineral apabila memantulkan sinar. Permukaan bidang belah akan nampak halus dan dapat memantulkan sinar seperti cermin datar, sedang bidang pecahan memantulkan sinar ke segala arah dengan tidak teratur. Pecahan mineral ada beberapa macam, yaitu:
1)      Concoidal
Apabila memperhatikan gelombang yang melengkung di permukaan pecahan, seperti kenampakan kulit kerang atau pecahan botol. Contoh Kuarsa.
                                                                          Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.4. Pecahan Concoidal


2)      Fibrous
Bila menunjukkan gejala seperti serat, misalnya Asbestos, augit, hipersten
                                                                          Sumber : Anonim 2011
Gambar 2.5. Pecahan Fibrous
3)      Even
Bila pecahan tersebut menunjukkan permukaan bidang pecahan halus, contoh pada kelompok mineral lempung. Contoh Limonit.
                                                                          Sumber : Anonim 2013
Gambar 2.6. Pecahan Even
4)      Uneven
Bila pecahan tersebut menunjukkan permukaan bidang pecahan yang kasar, contoh: Magnetit, hematite, kalkopirite, garnet.
                                                                          Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.7. Pecahan Uneven
5)      Hackly
Bila pecahan tersebut menunjukkan permukaan kasar tidak teratur dan runcing-runcing. Contoh pada native elemen emas dan perak.
                                                                          Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.8. Pecahan Hackly
g.      Bentuk
Mineral ada yang berbentuk kristal, mempunyai bentuk teratur yang dikendalikan oleh system kristalnya, dan ada pula yang tidak. Mineral yang membentuk kristal disebut mineral kristalin. Mineral kristalin sering mempunyai bangun yang khas disebut amorf (Danisworo, 1994).
Mineral kristalin sering mempunyai bangun yang khas, misalnya:
1)      Bangun kubus, contohnya galena dan pirit.
2)      Bangun pimatik, contohnya piroksen dan ampibole.
3)      Bangun doecahedon, contohnya garnet
h.      Berat Jenis
Berat jenis dalah perbandingan antara berat mineral dengan volume mineral. Cara yang umum untuk menentukan berat jenis yaitu dengan menimbang mineral tersebut terlebih dahulu, misalnya beratnya x gram. Kemudian mineral ditimbang lagi dalam keadaan di dalam air, misalnya beratnya gram. Berat terhitung dalam keadaan di dalam air adalah berat miberal dikurangi dengan berat air yang volumenya sama dengan volume butir mineral tersebut.
i.           Perawakan
Apabila dalam pertumbuhannya tidak mengalami gangguan apapun, maka mineral akan mempunyai bentuk kristal yang sempurna. Mineral yang dijumpai sering bentuknya tidak berkembang sebagaimana mestinya, sehingga sulit untuk mengelompokkan mineral kedalam sistem kristalografi.
Istilah perawakan kristal adalah bentuk khas mineral ditentukan oleh bidang yang membangunnya, termasuk bentuk dan ukuran relatif bidang-bidang tersebut. Perawakan kristal dipakai untuk penentuan jenis mineral walaupun perawakan bukan merupakan ciri tetap mineral.
Perawakan kristal dibedakan menjadi 3 golongan pada umumnya, yaitu meniang atau berserabut, lembaran tipis dan membutir.
1)      Meniang/Berserabut (Elongated habits)
a)      Meniang (Columnar)
Bentuk kristal prismatic yang menyerupai bentuk tiang. Contoh: Tourmaline, Pyrolusite, Wollastonite.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoTEBI2WI1A5mQpuoRToHHTsfXVS4DjSx00y_w944y-bOGw8qpd6YbPlt3RIrZ2uwWD8gE7t-Nz6G_2d51JFi2ZsLaMuNVPgIbhy-5k1SJDG2mO-F3Iyu3epKw1WzFEMU10V8hFH1aKjM/s320/turmalin.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.9. Pyrolusite
b)      Menyerat (Fibrous)
Bentuk kristal yang menyerupai serat-serat kecil. Contoh: Asbestos, Gypsum, Silimanite, Tremolite, Pyrophyllite.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE98GAqnDpx6C8DLRJ827eCUd7WipaAg6bNlBe7xM3UjruHaAIcGHpFLaSJXygvevNe5iyOSjgIkhJmFquyhNP-muw_Zl9qmUVAXZsiTN7_4NEC9-Y_m5KcbeCGYwub7Os5f77uzimpFk/s320/asbestos.png
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.10. Abestos
c)      Menjarum (Acicular)
Bentuk kristal yang menyerupai jarum-jarum kecil.
Contoh: Natrolite, Glaucophane.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIcs32W6_5-MBTNREJ8QcX4AKqvuBD-xRff50-vcNSd_MdIHC4S42W285r8xRjz2M49ty98klJbgmUPn2BKWxC7Mr7MIz6wo4EHALHl4g8dkg44gV-YSmxqqIzfmMXNvyg8O51QNuqjCw/s320/natrolite.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.11. Natrolite
d)     Menjaring (Reticulate)
Bentuk kristal yang kecil panjang yang tersusun menyerupai jarring. Contoh: Rutile, Cerussite.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdrHBpqOhjuPZHx5zjDerrVU0asLukOKCcpA4X9Q-fOIwEn4oTIAasbil66qtotCt8Qlsht88zc9ArX-8mjWCdUQW8z0QkmFv1s8lrLPAtk5UvplHTaWZrIhPXQCmev2bvtcsvcS6QDho/s320/cerrusite.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.12. Rutile
e)      Membenang (Filliform)
Bentuk kristal kecil-kecil yang menyerupai benang.
Contoh: Silver.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiscSimeyEBYstvyTF4solcbA5PCzoetnY8RyXo2462N5aKTpPQc7M9JR4vecc3b3ntzKfpmygNToFMlGaOWSaQeDAbTpCdDIvX9oY3k3-3UUF0BdNy5C8FLxnVA8MCKXfjFPbpytrG6d8/s320/silver2.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.13. Silver
f)          Merambut (Capillary)
Bentuk kristal kecil-kecil yang menyerupai rambut.
Contoh: Cuprite, Bysolite (variasi dari Actionalite).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRB0lcgz1ixAULbmr_bekWdKE0quz7fKwp0OppiJ_XeP1CD5g0oq7Ntq2HCNOfTLpSs2lRYWQwU0Q8vu-MH3BUIHY8phzCH6MebyUODsMfPUAzgYlRERLVkH5wOxV6X3yuzUQCogN9oU0/s320/cuprite2.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.14. Cuprite
g)      Mondok (Stout, Stubby, Equant)
Bentuk kristal pendek, gemuk sering terdapat pada kristal-kristal dengan sumbu c lebih pendek dari sumbu yang lainnya. Contoh: Zircon.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaCLLj8iysQm5wjLweGR7WnLUYHWdbfJwFTEeDqehnL8f1bFjAKj17_bKAKZaDGxHgYODQDZ1_q4jCG8e9K_7toExSp-5iXibWDE4uTOoU8ldez0T4fqajGtVJbAXE-BtmRk3eYvDp5g0/s320/zircon.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.15. Zircon
h)      Membintang (Stellated)
Bentuk kristal yang tersusun menyerupai bintang
Contoh: Phyrophylite.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxpNPXMx0iMxYhRalBSsey29M9n6sQvZ99GcKxfzVTdkee3mpiKdaKx6q3gu0Kdqt9TD8CpYX6Kj47IMZAQ32vktT7z_Yzh7vYu0_0C2t-mPhzVGpVJaDST6qJ98pv8XuoVXSwNwRCMkE/s320/phyrophylite.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.16. Phyrophylite.
i)           Menjari (Radiated)
Bentuk-bentuk kristal yang tersusun menyerupai bentuk jari-jari. Contoh : Marcasite.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA9RUbImz6xCcrRJp7VmzejmCOeXY5gM3iVBnjHRImEVFJsTd9g_DAOt1ZwRxax0shQrYsXMJa63_vIeOoYvEfoE4ATu2oHGO21oDTU90LOD1BYCwSRPSikIJcg_5f8meSiS_GxUxBWFs/s320/markasite.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.17. Marcasite.
2)      Lembaran Tipis (Flattened habits)
a)      Membilah (Bladed)
Bentuk kristal yang panjang dan tipis menyerupai bilah kayu, dengan perbandingan antara lebar dengan tebal sangat jauh. Contoh: Kyanite, Glaucophane, Kalaverit.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCf9k-jgiLEzGuZLzfm-yTrsEFvnchWhwicign_FpxklgRwpmqMQLcMQ0ICzbMhn9E-JWb07hKzjre2fFoYwNMjh8VqatBEVhcE0h2v_KFMvE333T0mAfbwvPyyRl-GidDKDYcB-PlGBE/s320/kyanite.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.18. Kyanite
b)      Memapan (Tabular)
Bentuk kristal pipih menyerupai bentuk papan, dimana lebar dengan tebal tidak terlalu jauh. Contoh: Barite, Hematite, Hypersthene.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4LTkJH2JvNCNqwp4K3BdSkc587DrO1A_7FJXxuRPXfoU3VIWt3KJu2LBrFb9whsdgXDPyHoQI3xjWrpe5xXIWBxgJFjq0H3D7UbTgwgBWi0rbDUe7F_Xcc345VH3pCziHrQ9raV27ewI/s320/barite.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.19. Barite
c)      Membata (Blocky)
Bentuk kristal tebal menyerupai bentuk bata, dengan perbandingan antara tebal dan lebar hampir sama. Contoh: Microline.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYMqBxKANyJLZJefSm-3itXYGqwayp9A5Lb-aeDUhnhci5UL5Mc5D9id3RHK8aWvMw7i_3WEunYR4VfKFBwpjDasT5B5Oh1nzZVFvXPG0171QKD1aPxTy8sXnsmbznXTJg8FDDUs_INfk/s320/microcline.png
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.20. Microline
d)     Mendaun (Foliated)
Bentuk kristal pipih dengan melapis (lamellar) perlapisan yang mudah dikupas / dipisahkan. Contoh: Mica.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUvMWRoyE4vQABNxEKMDuurwVWIKzvIplCCnhuUrB3nOiUy-q24_9oYzffuTj0j8kCjKUR0W3Gnwp0IeKeMYeKimAetGmSNzFgZYrK9gSNfDvJmGD5rh3bZcWtlpTOrIBQNwDODyrdzhE/s320/mica.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.21. Mica
e)      Memencar (Divergent)
Bentuk kristal yang tersusun menyerupai bentuk kipas terbuka. Contoh: Gypsum, Millerite.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg4l0DOpUcpWbwC6SLRDxoerN_6KLVpOu2p1HfIWgOD0J1cvfjw_cs-EkaJWJ8NZ2d3kzwEOZGQ4UHdIj5sGUNtbodRkQr1EwItM2zpYLJJe1_noM9_ZuvsiL7K-Mc5vNdsJK58MdCo7A/s320/millerite.png
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.22. Millerite
f)          Membulu (Plumose)
Bentuk kristal yang tersu5un membentuk tumpukan bulu. Contoh: Mica.
3)      Membutir (Rounded habits)
a)      Mendada (Mamilary)
Bentuk kristal bulat-bulat menyerupai buh dada (breast like). Contoh : Malachite, Opal, Hemimorphite.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8t7TeI8o_skG49zYGqSNXqW4KJv0PPvl7kmbhRd9M1r7Fq1YY8PmdPUddjElq7jv8XLR9CcaOmSGQ027CmHzWHBHWJg12n6jxgnV5ULXP8AKT99KvLrSOoKzCSVyiQBz3p0y11nnpkEw/s320/malachite.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.23. Malachite
b)      Membulat (Colloform)
Bentuk kristal yang menunjukkan permukaan yang bulat-bulat. Contoh: Glauconite, Cobaltite, Bismuth, Geothite, Franklinite, Smallite.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlkKl7qtTxluLIPU7Jca33HCWU_Tg6FyErqY1xUjE0pgzQc5KWdPrOGSigwjCVfmTS3CRfEChiPturbFXWAAUNDUgnvvvBtFJMO8TsKTw76_3s2XQxOcxpeeIVzhsJ_MWYbnoEcYAmBug/s320/goethile.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.24. Goethite
c)      Membulat jari (Colloform Radial)
Membentuk kristal membulat dengan struktur dalam menyerupai bentuk jari. Contoh : Pyromorphyte.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilQJ5SSgKsf8G-CV0OlffyN5Ceymsvh3Rte6yHgnXAxkfNHfMMp8xqkJ8pZYAHbHAKR_V70zJ_z8ev2UtFdnN6nLqe4Ziuu75HLnjcrLB-YHIrrLDeAuubPI3186U7BcYxb6PnjGzaVxo/s320/Pyromorphyte.png
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.25. Pyromorphyte
d)     Membutir (Granular)
Contoh : Olivine, anhydrite, chromite, sodalite, cinabar, alunite, rhodonite.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMBIaipm5LHynKvTXsLa83_hCfR2g6CtepBWXbVTjXvl4EQu5B2nOBgSlv5WCCcFO-hHnm2ucSQGeB0Od4H4Ae4asigZUOHWj0AqGwmffkrQuTia8deElweZMEXKM0DnVK_S_9IwQ4zUc/s320/sodalite.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.26. Sodalite

e)      Memisolit (Pisolitic)
Kelompok kristal lonjong sebesar kerikil, seperti kacang tanah. Contoh: Opal, gibbsite, pisolitic, limestone.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiM_no0YAJ_ZlXmaXtN9aK3I5PainBxlmAkiDADE1N7M3o53TRsa3g_pU0A5kzgWq7S2x4w5ZmLtXb_VDCvO46MViKG4dMkK5FQMj4-2cujcoYbUFEeQanYRT3YhMajlyEWgKojyQwNYQ/s320/pisolitic.jpg
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.27. Pisolitic
f)          Stalaktit (Stalactitic)
Bentuk kristal yang membulat dengan litologi gamping. Contoh: Geothite.
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.28. Geothite
g)      Mengginjal (reniform)
Bentuk kristal menyerupai bentuk ginjal. Contoh: Hematite.
                                                                              Sumber : Anonim 2012
Gambar 2.29. Hematite
j.           Kemagnetan
Kemagnetan adalah sifat mineral pada gaya tarik magnet. kemagnetan dibagi menjadi tiga, yaitu:
1)       Ferromagnetik yaitu tertarik kuat oleh magnet. Contohnya magnetit, besi, nikel, kobalt.
2)       Paramagnetik yaitu tertarik lemah oleh magnet. Contohnya pirit, olivin, garnet, biotit, amfibolit.
3)       Diamagnetik yaitu tidak tertarik oleh magnet. Contohnya bismuth, grafit, gipsum, marmer, kuarsa.
Untuk melihat apakah mineral mempunyai sifat magnetik atau tidak kita gantungkan pada seutas tali/benang sebuah magnet, dengan sedikit demi sedikit mineral kita dekatkan pada magnet tersebut. Bila benang bergerak mendekati berarti mineral tersebut magnetik. Kuat tidaknya bisa kita lihat dari besar kecilnya sudut yang dibuat dengan benang tersebut dengan garis vertikal.
k.      Kelistrikan
Kelistrikan adalah sifat listrik mineral. Kelistrikan dapat dipisahkan menjadi tiga, yaitu :
1)      Konduktor atau sebagai pengantar arus, contohnya Magnetit, galena, pirit.
2)      Non konduktor  atau tidak mengantarkan arus listrik.
3)      Semi konduktor, yaitu mineral bersifat sebagai konduktor dalam batas-batas tertentu
l.          Daya lebur mineral
Daya lebur mineral yaitu meleburnya mineral apabila dipanaskan, penyelidikannya dilakukan dengan membakar bubuk mineral dalam api. Daya leburnya dinyatakan dalam derajat keleburan.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2012. Sifat Fisik Mineral. (http://trueboyplaza.wordpress.com/2012/ 03/27/ sifat-fisik-mineral/.html). Diakses pada tanggal 29 Maret 2014 Pukul 17.00 WITA.

Hidayatullah Nur. 2012. Laporan Pratikum Kristalografi dan Mineralogi. Fakultas Teknik UNLAM : Banjarbaru.
 

 

Belum ada Komentar untuk "Sifat Fisik Mineral"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel